Headlines News :
Home » , » Jelang Rahmadan, Inspeksi Daging Glongongan dan Ayam Tiren Dipasar Jombang

Jelang Rahmadan, Inspeksi Daging Glongongan dan Ayam Tiren Dipasar Jombang

Written By Anonim on Jumat, 05 Juli 2013 | 11.30


Mengantisipasi peredaran daging gelonggongan dan ayam tiren (mati kemarin) menjelang bulan Ramadhan, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang melakukan razia ke pasar tradisional khususnya Pasar Legi dan Pasar Pon.

Dalam razia di Pasar Pon, petugas menyisir lapak-lapak pedagang sambil meneliti daging setiap daging yang dijual. Hasilnya, petugas menemukan daging tak layak konsumsi. Kondisinya berair layaknya daging gelonggongan.

Daging diduga gelonggongan juga ditemukan di lapak seorang pedagang di pasar Legi Jombang.

Mendapati temuan itu, petugas meminta pedagang pemilik daging mencurigakan untuk disisihkan dan tidak dijual.

Selain menemukan daging berair yang tak layak konsumsi, petugas juga menemukan daging ayam yang membiru layaknya ayam tiren.

Lagi-lagi, petugas tidak melakukan tindakan apapun selain hanya menyita agar daging ayam tersebut tidak dijual kepada konsumen.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Ahmad Baedlowi mengatakan, razia kali ini merupakan upaya untuk menjaga kondisi pasar penjualan daging seiring dengan naiknya harga daging dan ayam.

Kenaikan harga menjelang ramadlan dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh sejumlah fihak yang ingin mengeruk keutungan dengan cara curang.

Baedlowi berharap, masyarakat mewaspadai peredaran daging gelonggongan dan ayam tiren di pasaran.

“Tidak menutup kemungkinan ada yang ingin memanfaatkan kondisi naiknya harga daging dan ayam dengan cara curang. Ini yang harus diwaspadai masyarakat,” ujar Baedlowi, Jumat (05/07/2013).

Dia mengakui hasil razia menemukan beberapa daging dan ayam yang tidak layak konsumsi. Namun, pada razia kali ini pihaknya masih sebatas mengingatkan agar pedagang daging juga ikut membantu menjaga kesehatan konsumen daging.

“Ada beberapa daging yang mencurigakan karena kondisinya berair. Ada juga ayam yang kelihatan membiru. Ini yang kita minta agar tidak dijual,” kata Baedlowi.

Sementara itu, harga daging sapi dipasaran saat ini menembus angka Rp 85 ribu per kilogram. Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) diduga turut andil atas kian melambungnya harga daging sapi.



Sumber: lensa Indonesia
Share this article :
 
Support : Modifikasi Theme |
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. Berita Sekilas Jombang - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website